Pernyataan Kontroversial Abisai Rollo: Cermin Mentalitas Kolonial
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menuai kecaman setelah menyatakan bahwa “orang gunung” sebagai biang kerusuhan di Jayapura dan harus “dipulangkan” 1. Pernyataan ini tak hanya melukai, tetapi juga mengulang pola diskriminasi ala kolonial: Studi Kasus: Apartheid Afrika Selatan Konflik apartheid (1948–1994) menunjukkan bagaimana segregasi rasial menghancurkan bangsa: Ras sebagai Konstruksi Kekuasaan Konsep ras diciptakan untuk legitimasi…
Selengkapnya“Pemulihan Papua Dimulai dari Meja Makan Hamba Tuhan: Refleksi atas Kesaksian Seorang Gembala”Pertobatan Para Gembala: Syarat Awal Damainya Tanah Papua”
Oleh Tebenak Arinus W, berdasarkan kesaksian Hamba Tuhan Alias A. W Papua sedang tidak baik-baik saja. Ini bukan sekadar klaim, melainkan realitas yang terpampang nyata: ketidakadilan, kekerasan, pelanggaran HAM, dan eksploitasi sumber daya alam yang merusak tatanan sosial dan ekologi . Namun, di tengah narasi-narasi konflik yang saling berseteru—antara TPNPB-OPM, pemerintah, dan aparat keamanan—ada suara lain…
SelengkapnyaRaja Ampat dalam Cengkeraman Eksploitasi: Nasib Orang Papua di Tengah Perampasan Tanah dan Lingkungan
Oleh: Tabenak Arinus W Raja Ampat, surga terakhir di timur Indonesia, kini menghadapi ancaman serius. Kawasan yang dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau—terumbu karang, hutan hujan, dan keanekaragaman hayati—kini menjadi korban eksploitasi tambang nikel oleh perusahaan-perusahaan yang didukung pemerintah pusat. Namun, di balik keindahan alam yang diperjuangkan oleh aktivis lingkungan, ada pertanyaan mendasar: Bagaimana nasib…
SelengkapnyaBusana Adat Suku Hugula: Antara Tradisi dan Perubahan
Original Tulisan Oleh: Solemn Itlay Di Ulang Tulis Oleh: Arinus W Dalam masyarakat adat Hugula (atau dikenal juga sebagai Hubula/Huwula/Huwurla/Huwurdla), busana tradisional bukan sekadar pakaian, melainkan simbol harkat, martabat, harga diri, dan identitas hidup. Setiap helai kain, bulu burung, atau aksesoris yang dikenakan memiliki makna mendalam dan diatur oleh norma adat yang ketat. Namun, belakangan muncul fenomena di mana…
SelengkapnyaKenapa Tidur Terasa Lebih Nikmat di Saat Jam-Jam Berangkat Kerja?
Pernahkah Anda merasa bahwa tidur terasa paling nyaman justru ketika alarm berbunyi di pagi hari, tepat saat Anda harus bersiap untuk berangkat kerja? Rasanya, selimut lebih hangat, bantal lebih empuk, dan tubuh seperti menolak untuk bangkit dari tempat tidur. Fenomena ini ternyata bukan sekadar perasaan, melainkan bisa dijelaskan secara psikologis dan fisiologis. Berikut beberapa alasan…
SelengkapnyaKepemimpinan Sejati di Papua: Belajar dari Serigala yang Berjalan Paling Belakang
“Tahukah Kamu bahwa Kawanan Serigala Punya Cara Berjalan yang Tak Biasa… Tapi Justru Penuh Makna.” Dalam kawanan serigala, yang berada paling depan bukanlah pemimpinnya, melainkan serigala yang paling tua atau paling lemah. Mereka ditempatkan di barisan depan untuk menentukan kecepatan, agar tidak tertinggal. Di tengah, ada betina dan anak-anak yang dilindungi oleh serigala yang lebih…
SelengkapnyaMengapa Uang di Kabupaten Jayawijaya “Tenggelam”? Analisis Krisis Keuangan dan Dampaknya pada Masyarakat
Oleh: Arinus WTanggal: 22 Mei 2025 Pengantar: Dari Abang Ojek Keluhan yang Mulai Merata Sebagai seorang abang ojek di Wamena, Anda mungkin merasakan betul bahwa penghasilan hari ini jauh lebih sulit didapat dibanding tahun lalu. Jika dulu bisa membawa pulang Rp 250.000–300.000 per hari, kini angka itu sulit tercapai. Anda tidak sendirian—banyak warga Jayawijaya mengeluhkan…
SelengkapnyaAnalisis Insiden Tembak-Menembak di Papua: Provokasi atau Realitas?
Wamena, sebuah kota di Pegunungan Tengah Papua, kembali menjadi sorotan setelah insiden tembak-menembak yang menewaskan satu anggota TPNPB-OPM dan melukai puluhan orang, termasuk aparat keamanan. Kejadian ini memicu spekulasi bahwa ada pihak-pihak yang sengaja menciptakan konflik untuk membenarkan peningkatan kehadiran militer dan pembangunan pos-pos baru di wilayah tersebut . Insiden Terkini: Tembak-Menembak di Wamena Pada…
SelengkapnyaMENGAPA SAYA TIDAK SUKA DISEBUT SUKU DANI?
#Artikel nirmeke.com Oleh: Soleman Itlay Dani ini bukan nama suku asli di Lembah Agung Palim (bukan Baliem!). Itu sebabnya saya sebagai orang Lembah Agung Palim (LAP) tidak suka disebut sebagai orang Dani. Dani sendiri berasal dari bahasa orang Migani, yang mereka juga tidak suka kalau orang luar yang tidak tahu apa-apa tentang mereka menyebut diri…
SelengkapnyaKilas Balik Abepura Berdarah 2006
Kasus Abepura Berdarah 2006: Murni Rekayasa Kaki Tangan NKRI Negara-negara kolonial berlomba-lomba mencari koloni (wilayah) baru. Di bawah semboyang “Gold ‘emas’, Gospel ‘Injil’ dan Glory ‘kejayaan”, bangsa Papua ditaklukkan oleh Belanda. Kerajaan Belanda semakin tertarik dengan Papua ketika seorang pilot menemukan puncak gunung emas. Puncak itu adalah gres berg (puncak Nemangkawi) yang sekarang disebut Tembagapura.…
SelengkapnyaArtikel: RI SIBUK URUS PEMEKARAN, DIPLOMASI LUAR NEGERI TERUS BERJALAN
Fakta/Realitas TNI-POLRI SIBUK BLOKIR DEMO RAKYAT PAPUA, MENTERI DALAM NEGERI DAN DPR RI SIBUK URUS PEMEKARAN PROVINSI-PROVINSI BONEKA DI PAPUA , TETAPI DIPLOMASI LUAR NEGERI BELUM BERHASIL DIBLOKIR DAN DUKUNGAN KOMUNITAS INTERNASIONAL TERUS MENINGKAT DARI WAKTU KE WAKTU Oleh Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman,MA Ikutilah dengan saksama ulasan singkat ini. Sepertinya, penguasa Indonesia sedang panik…
SelengkapnyaArtikel Kisah Dokter Seribu Rupiah
Artikel kita-Dokter Seribu Rupiah merupakan julukan untuk dokter F.X Soedanto, sebab ia hanya mengenakan biaya Rp 1.000 bagi setiap pasien yang berobat di kliniknya di Papua.Fransiskus Xaverius Soedanto, lahir di Kebumen, tahun 1948, adalah seorang dokter di Abepura, Papua yang menjadi terkenal karena melayani pasiennya hanya dengan tarif seribu rupiah. Ia bahkan menerima pasien yang…
SelengkapnyaDemi NKRI Harus kah kami jadi janda & Piatu? | Biarkan Papua bebas !
Sebua catatan yang di kutip melalui postingan Intelijen Papua TNI POLRI adalah manusia yang punya hak untuk hidup dan menghidupi keluarga. Sejak operasi militer Indonesia di Papua, banyak anggota TNI POLRI yang dibunuh TPNPB, tetapi juga dibunuh dari dalam tubuh kesatuan demi kepentingan perluasan operasi dan permintaan alokasi dana TNI/Polri. Banyak ibu bapa yang statusnya…
SelengkapnyaBAYANG-BAYANG RESOLUSI PBB TENTANG PAPUA DAN EMBARGO EKOMOMI UNTUK INDONESIA
Artikel Dalam Rangka Hari HAM 10 Desember 2021 Oleh Gembala Dr. Socratez Yoman,MA Kita mengetahui bersama, 84 Negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah meminta dan mendesak pemerintah Indonesia untuk membuka akses dan mengijinkan Pelapor Khusus Hak Asasi Manusia PBB berkunjung ke Papua untuk melihat dan mendengar informasi dari rakyat dan bangsa Papua.Desakan yang sama juga…
SelengkapnyaAPA PERBEDAAN OPERASI TERITORIAL, OPERASI MILITER DAN OPERASI TEMPUR?
Artikel Oleh Gembala Dr. Socratez Yoman Militer dan Rasisme adalah akar persoalan Papua, bukan masalah KESEJAHTERAAN. Karena itu, hanya bagi orang sehat rohani dan jasmani selalu dengan yakin mengatakan, bahwa Papua itu persoalan MILITER dan RASISME. Sebaliknya, orang yang berada dalam keadaan tidak normal, tidak sehat rohani dan jasmani, mata buta, telinga tuli, hati nurani…
SelengkapnyaArtikel HUT 60 Tahun Bangsa Papua 1 Desember 1961- 1 Desember 2021
TNI-POLRI JANGAN SIBUK URUS SIMBOL-SIMBOL BANGSA PAPUA (TNI-Polri jangan merawat, memelihara dan mempertahankan Papua yang telah menjadi LUKA MEMBUSUK DAN BERNANAH di dalam tubuh bangsa Indonesia) Oleh Gembala Dr. Socratez Yoman,MA Pembukaan Mukadimah UUD 1945 menyatakan: “Bahwa kemerdekaan ialah hak segala bangsa, oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapiskan karena tidak sesuai dengan…
SelengkapnyaSandiwara Mahasiswa Papua: Angkat Tangan Kiri Tapi Otak Belok Kanan
Oleh: Maksimus Syufi)* “Angkat Tangan Kiri Tapi Otak Belok Kanan”. Ada apa dengan kalimat itu? Apa maksudnya? Sa kasih nama kalimat pendek itu adalah SANDIWARA. Menurut sa, kalimat itu menjelaskan sebagian besar Mahasiswa Papua yang sedang bersandiwara di atas panggung yang sedang mempertontonkan darah orang Papua yang tiap detik basahi Tanah Papua. Jadi, penggung sandiwara…
Selengkapnya